Pendahuluan
Apa
itu kepribadian sehat? Apa sifat-sifat orang yang memiliki kepribadian yang sehat?
Bagaimana tingkah laku, pikiran, serta perasaan
orang ini? Dapatkah anda atau saya menjadi pribadi yang sehat?
Pertanyaan-pertanyaan
ini terus ditanyakan bukan hanya oleh ahli-ahli psikologi tetapi orang lain juga.
Dapat diramalkan, tidak jauh di balik pertanyaan-pertanyaan ini, telah muncul
bermacam-macam jawaban suatu arus buku-buku untuk pertolongan terhadap diri
sendiri, kepercayaan-kepercayaan yang membimbing, janji-janji tentang gaya
hidup baru beberapa jawaban terlalu
sederhana dan dangkal (tidak berguna) sedangkan jawaban-jawaban lainnya
memiliki nilai potensial dalam membantu kita untuk memahami diri kita dengan
lebih baik.
“Ahli-ahli
psikologi pertumbuhan” ini (kebanyakan di antara mereka memandang diri mereka
sebagai ahli-ahli psikologi humanistik) telah memiliki suatu pandangan yang
segar terhadap kodrat manusia. Apa yang mereka lihat adalah suatu tipe orang
yang berbeda dari apa yang digambarkan behaviorisme dan psikoanalisis,
bentuk-bentuk psikologi tradisional.
Ahli-ahli
psikologi humanistic semakin kritis terhadap tradisi-tradisi ini, karena mereka
percaya bahwa behaviorisme dan psikoanalisis memberikan pandangan-pandangan
terbatas tentang kodrat manusia, mengabaikan puncak-puncak yang akan didaki
oleh orang-orang yang memiliki potensi. Tuduhan dari pengeritik-pengeritik ini
ialah bahwa behaviorisme memperlakukan manusia sebagai suatu mesin- “ suatu
sistem kompleks yang bertingkah laku menurut cara-cara yang sesuai dengan hukum”.
Individu
digambarkan sebagai suatu organisme yang tersusun baik, teratur, dan ditentukan
sebelumnya, dengan spontanitas, kegembiraan hidup, dan kreativitas, seperti
suatu alat pengatur panas. Psikoanalisis telah memberi kepada kita hanya sisi
yang sakit atau pincang dari kodrat manusia karena hanya berpusat pada tingkah
laku yang neurotis dan psikotis. Freud dan orang-orang yang mengikuti
ajaran-ajarannya mempelajari kepribadian yang terganggu secara emosional, bukan
kepribadian yang sehat, yang paling buruk dari kodrat manusia, bukan yang
paling baik.’
Baik
behaviorisme maupun psikoanalisis tidak berbicara mengenai potensi kita untuk
bertumbuh, keinginan kita untuk menjadi lebih baik. Tentu saja segi-segi
pandangan ini melihat oleh para behavioris sebagai orang-orang yang memberikan
respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar dan oleh ahli-ahli
psikoanalisis sebagai korban dari kekuatan-kekuatan biologis dan
konflik-konflik masa kanak-kanak.
Teori
Ø ALIRAN PSIKOANALISA
Psikoanalisis adalah cabang ilmu yang dikembangkan oleh Sigmund Freud dan para
pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku psikologis manusia. Sigmund
Freud sendiri dilahirkan di Moravia pada tanggal 6 Mei 1856 dan meninggal di
London pada tanggal 23 September 1939. Pada mulanya istilah psikoanalisis hanya
dipergunakan dalam hubungan dengan Freud saja, sehingga “psikoanalisis” dan
“psikoanalisis” Freud sama artinya. Bila beberapa pengikut Freud dikemudian
hari menyimpang dari ajarannya dan menempuh jalan sendiri-sendiri, mereka juga
meninggalkan istilah psikoanalisis dan memilih suatu nama baru untuk menunjukan
ajaran mereka. Contoh yang terkenal adalah Carl Gustav Jung dan Alfred Adler,
yang menciptakan nama “psikologi analitis” (en: Analitycal psychology) dan
“psikologi individual” (en: Individual psychology) bagi ajaran masing-masing.
Psikoanalisis memiliki tiga penerapan: suatu metoda penelitian dari pikiran;
suatu ilmu pengetahuan sistematis mengenai perilaku manusia; dan suatu metoda
perlakuan terhadap penyakit psikologis atau emosional.
Dalam cakupan yang luas dari psikoanalisis ada setidaknya 20 orientasi teoretis
yang mendasari teori tentang pemahaman aktivitas mental manusia dan
perkembangan manusia. Berbagai pendekatan dalam perlakuan yang disebut
“psikoanalitis” berbeda-beda sebagaimana berbagai teori yang juga beragam.
Psikoanalisis Freudian, baik teori maupun terapi berdasarkan ide-ide Freud
telah menjadi basis bagi terapi-terapi moderen dan menjadi salah satu aliran
terbesar dalam psikologi. Sebagai tambahan, istilah psikoanalisis juga merujuk
pada metoda penelitian terhadap perkembangan anak.
1. Struktur Kepribadian Dan Terapi
Menurut
freud, kehidupan jiwa memiliki tiga tingkatan kesadaran, yakni sadar (conscious),
prasadar (preconscious), dan tak-sadar (unconscious). Aliran psikoanalisis
Freud merujuk pada suatu jenis perlakuan dimana orang yang dianalisis
mengungkapkan pemikiran secara verbal, termasuk asosiasi bebas, khayalan, dan
mimpi, yang menjadi sumber bagi seorang penganalisis merumuskan konflik tidak
sadar yang menyebabkan gejala yang dirasakan dan permasalahan karakter pada
pasien, kemudian menginterpretasikannya bagi pasien untuk menghasilkan
pemahaman diri untuk pemecahan masalahnya.
Intervensi
khusus dari seorang penganalisis biasanya mencakup mengkonfrontasikan dan
mengklarifikasi mekanisme pertahanan, harapan, dan perasaan bersalah. Melalui
analisis konflik, termasuk yang berkontribusi terhadap daya tahan psikis dan
yang melibatkan tranferens kedalam reaksi yang menyimpang, perlakuan
psikoanalisis dapat mengklarifikasi bagaimana pasien secara tidak sadar menjadi
musuh yang paling jahat bagi dirinya sendiri: bagaimana reaksi tidak sadar yang
bersifat simbolis dan telah distimulasi oleh pengalaman kemudian menyebabkan
timbulnya gejala yang tidak dikehendaki. Terapi dihentikan atau dianggap
selesai saat pasien mengerti akan kenyataan yang sesungguhnya, alasan mengapa
mereka melakukan perilaku abnormal, dan menyadari bahwa perilaku tersebut tidak
seharusnya mereka lakukan, lalu mereka sadar untuk menghentikan perilaku itu.
Psikonaliasis disebut-sebut sebagai kekuatan pertama dalam aliran psikologi.
Aliran ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1890-an oleh Simund Freud,
seorang ahli neurologi yang berhasil menemukan cara-cara pengobatan yang
efektif bagi pasien-pasien yang mengalami gangguan gejala neurotik dan histeria
melalui teknik pengobatan eksperimental yang disebut abreaction, sebuah
kombinasi antara teknik hipnotis dengan katarsis, yang dia pelajari dari senior
sekaligus sahabatnya, Dr. Josef Breuer. Bersama-sama dengan Breuer, Freud
menangani pasien-pasien dengan gangguan histeria yang menjadi bahan bagi
tulisannya, :”Studies in Histeria”. Kerjasamanya dengan Jean Martin Charcot,
dokter syaraf terkenal di Perancis, dia banyak menggali tentang gejala-gejala
psikosomatik dari pasien-pasien yang mengalami gangguan seksual.
- Teori
Yang Dihasilkan Oleh Psikoanalisa
Freud berhasil mengembangkan teori kepribadian yang membagi struktur mind ke
dalam tiga bagian yaitu :
- consciousness
(alam sadar),
- preconsciousness
(ambang sadar) dan
- unconsciousness
(alam bawah sadar).
Dari ketiga aspek kesadaran, unconsciousness adalah yang paling dominan dan
paling penting dalam menentukan perilaku manusia (analoginya dengan gunung es).
Di dalam unsconscious tersimpan ingatan masa kecil, energi psikis yang besar
dan instink. Preconsciousness berperan sebagai jembatan antara conscious dan
unconscious, berisi ingatan atau ide yang dapat diakses kapan saja.
Consciousness hanyalah bagian kecil dari mind, namun satu-satunya bagian yang
memiliki kontak langsung dengan realitas. Freud mengembangkan konsep struktur
mind tersebut dengan mengembangkan “mind apparatus”, yaitu yang dikenal dengan
struktur kepribadian Freud dan menjadi konstruknya yang terpenting, yaitu id,
ego dan super ego.
Id adalah struktur paling mendasar dari kepribadian, seluruhnya tidak
disadari dan bekerja menurut prinsip kesenangan, tujuannya pemenuhan kepuasan
yang segera.
Ego berkembang dari id, struktur kepribadian yang mengontrol kesadaran
dan mengambil keputusan atas perilaku manusia.
Superego, berkembang dari ego saat manusia mengerti nilai baik buruk dan
moral. Superego merefleksikan nilai-nilai sosial dan menyadarkan individu atas
tuntuta moral.
Apabila terjadi pelanggaran nilai, superego menghukum ego dengan menimbulkan
rasa salah. Ego selalu menghadapi ketegangan antara tuntutan id dan superego.
Apabila tuntutan ini tidak berhasil diatasi dengan baik, maka ego terancam dan
muncullah kecemasan (anxiety). Dalam rangka menyelamatkan diri dari ancaman,
ego melakukan reaksi defensif /pertahanan diri. Hal ini dikenal sebagai defense
mecahnism yang jenisnya bisa bermacam-macam, seperti : identifikasi, proyeksi,
fiksasi, agesi regresi, represi.
Pemikiran Psikoanalisis dari Freud semakin terus berkembang, Alfred Adler
(1870-1937), sebagai pengikut Freud yang berhasil mengembangkan teorinya
sendiri yang disebut dengan Individual Psychology. Konsep utama Adler adalah
organ inferiority. Berangkat dari teorinya tentang adanya inferiority karena
kekurangan fisik yang berusaha diatasi manusia, ia memperluas teorinya dengan
menyatakan bahwa perasaan inferior adalah universal. Setiap manusia pasti punya
perasaan inferior karena kekurangannya dan berusaha melakukan kompensasi atas
perasaan ini. Kompensasi ini bisa dalam bentuk menyesuaikan diri ataupun
membentuk pertahanan yang memungkinkannya mengatasi kelemahan tersebut.
Selanjutnya, Adler juga membahas tentang striving for superiority, yaitu
dorongan untuk mengatasi inferiority dengan mencapai keunggulan. Dorongan ini
sifatnya bawaan dan merupakan daya penggerak yang kuat bagi individu sepanjang
hidupnya. Adanya striving for superiority menyebabkan manusia selalu berkembang
ke arah kesempurnaan. Teorinya ini yang membuat Adler memiliki pandangan lebih
optimis dan positif terhadap manusia serta lebih berorientasi ke masa depan
dibandingkan Freud yang lebih berorientasi ke masa lalu.
Carl Gustav Jung (1875-1961), salah seorang murid Freud yang kemudian berhasil
mengembangkan teorinya sendiri yang disebut Analytical Psychology. Jung menekankan
pada aspek ketidakadaran dengan konsep utamanya, collective unconscious. Konsep
ini sifatnya transpersonal, ada pada seluruh manusia. Hal ini dapat dibuktikan
melalui struktur otak manusia yang tidak berubah.
Collective unconscious terdiri dari jejak ingatan yang diturunkan dari generasi
terdahulu, cakupannya sampai pada masa pra-manusia. Misalnya, cinta pada
orangtua, takut pada binatang buas,dan lain-lain. Collective unconscious ini
menjadi dasar kepribadian manusia karena didalamnya terkandung nilai dan
kebijaksanaan yang dianut manusia. Ide-ide yang diturunkan atau primordial
images disebut sebagai archetype, yang terbentuk dari pengalaman yang berulang
dalam kurun waktu yang lama.
Ada beberapa archetype mendasar pada manusia, yaitu persona, anima, shadow,
self. Archetype inilah yang menjadi isiIunconsciousness.
Hingga saat ini di Amerika Serikat tercatat sekitar 35 lembaga pelatihan
Psikoanalisis yang telah terakreditasi oleh American Psychoanalytic Association
dan terdapat lebih dari 3.000 lulusannya yang menjalankan praktik
psikoanalisis. Pemikiran psikoanalisis tidak hanya berkembang di Amerika di
hampir seluruh belahan Eropa dan belahan dunia lainnya.
Beberapa
teori yang dihasilkan dari kalangan psikoanalisis, diantaranya :
(1)
teori konflik;
(2)
psikologi ego;
(3)
teori hubungan-hubungan objek;
(4)
teori struktural; dan sebagainya
Terlepas dari kontroversi yang menyertainya, psikoanalisis merupakan salah satu
aliran psikologi yang telah berhasil menguak sisi kehidupan manusia yang tidak
bisa diamati secara inderawi. Psikoanalisis telah mengantarkan pelopornya,
yaitu Sigmund Freud sebagai salah satu tokoh psikologi yang paling populer di
Amerika pada abad ke-20.
Kepribadian yang sehat menurut psikoanalisis :
- Menurut
freud kepribadian yang sehat yaitu jika individu bergerak menurut pola
perkembangan yang ilmiah.
- Kemampuan
dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar.
- Mental
yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego.
- Tidak
mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya.
- Dapat
menyesuaikan keadaan ddengan berbagai dorongan dan keinginan.
Ø ALIRAN BEHAVIORISTIK
Behaviorisme adalah sebuah aliran dalam psikologi yang didirikan oleh John B.
Watson pada tahun 1913 yang berpendapat bahwa perilaku harus merupakan unsure
subyek tunggal psikologi. Behaviorisme merupakan aliran revolusioner, kuat dan
berpengaruh, serta memiliki akar sejarah yang cukup dalam. Behaviorisme lahir
sebagai reaksi terhadap introspeksionisme (yang menganalisis jiwa manusia
berdasarkan laporan-laporan subjektif) dan juga psikoanalisis (yang berbicara
tentang alam bawah sadar yang tidak tampak). Behaviorisme secara keras menolak
unsur-unsur kesadaran yang tidak nyata sebagai obyek studi dari psikologi, dan
membatasi diri pada studi tentang perilaku yang nyata. Dengan demikian,
Behaviorisme tidak setuju dengan penguraian jiwa ke dalam elemen seperti yang
dipercayai oleh strukturalism. Berarti juga behaviorisme sudah melangkah lebih
jauh dari fungsionalisme yang masih mengakui adanya jiwa dan masih memfokuskan
diri pada proses-proses mental.
Behaviorisme ingin menganalisis bahwa perilaku yang tampak saja yang dapat
diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Behaviorisme memandang pula bahwa ketika
dilahirkan, pada dasarnya manusia tidak membawa bakat apa-apa. Manusia akan
berkembang berdasarkan stimulus yang diterimanya dari lingkungan sekitarnya.
Lingkungan yang buruk akan menghasilkan manusia buruk, lingkungan yang baik
akan menghasilkan manusia baik. Kaum behavioris memusatkan dirinya pada
pendekatan ilmiah yang sungguh-sungguh objektif. Kaum behavioris mencoret dari
kamus ilmiah mereka, semua peristilahan yang bersifat subjektif, seperti
sensasi, persepsi, hasrat, tujuan, bahkan termasuk berpikir dan emosi, sejauh
kedua pengertian tersebut dirumuskan secara subjektif. Fungsionalisme Menjadi
dasar bagi behaviorisme melalui pengaruhnya pada tokoh utama behaviorisme,
yaitu Watson. Watson adalah murid dari Angell dan menulis disertasinya di University
of Chicago. Dasar pemikiran Watson yang memfokuskan diri lebih proses mental
daripada elemen kesadaran, fokusnya perilaku nyata dan pengembangan bidang
psikologi pada animal psychology dan child psychology adalah pengaruh dari
fungsionalisme. Meskipun demikian, Watson menunjukkan kritik tajam pada
fungsionalisme.
- Prinsip
Aliran Behaviorisme
Perilaku nyata dan terukur memiliki makna tersendiri, bukan sebagai perwujudan
dari jiwa atau mental yang abstrak. Aspek mental dari kesadaran yang tidak memiliki
bentuk fisik adalah pseudo problem untuk sciene, harus dihindari. Penganjur
utama adalah Watson : overt, observable behavior, adalah satu-satunya subyek
yang sah dari ilmu psikologi yang benar. Dalam perkembangannya, pandangan
Watson yang ekstrem ini dikembangkan lagi oleh para behaviorist dengan
memperluas ruang lingkup studi behaviorisme dan akhirnya pandangan behaviorisme
juga menjadi tidak seekstrem Watson, dengan mengikutsertakan faktor-faktor
internal juga, meskipun fokus pada overt behavior tetap terjadi. Aliran
behaviorisme juga menyumbangkan metodenya yang terkontrol dan bersifat
positivistik dalam perkembangan ilmu psikologi. Banyak ahli (a.l. Lundin, 1991
dan Leahey, 1991) membagi behaviorisme ke dalam dua periode, yaitu behaviorisme
awal dan yang lebih belakangan. Terhadap aliran behaviorisme ini, kritik
umumnya diarahkan pada pengingkaran terhadap potensi alami yang dimiliki
manusia. Bahkan menurut pandangan ini, manusia tidak memiliki jiwa, tidak
memiliki kemauan dan kebebasan untuk menentukan tingkah lakunya sendiri.
- John
B. Watson
Watson berpendapat bahwa introspeksi merupakan pendekatan yang tidak ada
gunanya. Alasannya adalah jika psikologi dianggap sebagai suatu ilmu, maka
datanya harus dapat diamati dan diukur. Watson mempertahankan pendapatnya bahwa
hanya dengan mempelajari apa yang dilakukan manusia (perilaku mereka)
memungkinkan psikologi menjadi ilmu yang objektif. Watson menolak pikiran
sebagai subjek dalam psikologi dan mempertahankan pelaku sebagai subjek
psikologi. Khususnya perilaku yang observabel atau yang berpotensi untuk dapat
diamati dengan berbagai cara baik pada aktivitas manusia dan hewan.
- F.
Skinner
”Behaviorisme”, sebutan bagi aliran yang dianut Watson, turut berperan dalam
pengembangan bentuk psikologi selama awal pertengahan abad ini, dan cabang
perkembangannya yaitu psikologi stimulus-respon yang masih tetap berpengaruh.
Hal ini terutama karena hasil jerih payah seorang ahli psikologi dari Harvard,
B.F. Skinner. Psikologi stimulus-respon mempelajari rangsangan yang menimbulkan
respon dalam bentuk perilaku, mempelajari ganjaran dan hukuman yang
mempertahankan adanya respon itu, dan mempelajari perubahan perilaku yang
ditimbulkan karena adanya perubahan pola ganjaran dan hukuman. Skinner,
berpendapat kepribadian terutama adalah hasil dari sejarah penguatan pribadi
individu .
Meskipun pembawaan genetis turut berperan, kekuatan-kekuatan sangat menentukan
perilaku khusus yang terbentuk dan dipertahankan, serta merupakan khas bagi
individu yang bersangkutan. Skinner menekankan bahwa perilaku dan kepribadian
manusia tidak dapat dijelaskan dengan mekanisme psikis seperti Id atau Ego.
Perilaku manusia tidak ditentukan oleh pilihan individual. Kaum behavioris
lebih dikenal dengan teori belajar, karena menurut mereka, seluruh perilaku
manusia, kecuali insting, adalah hasil belajar. Kaum behavioris sangat
mengagungkan proses belajar, terutama proses belajar asosiatif atau proses
belajar stimulus-respon, sebagai penjelasan terpenting tentang tingkah laku
manusia. Para pendahulu aliran pemikiran ini adalah Isaac Newton dan Charles
Darwin. Tokoh-tokoh lainnya yaitu Edward Thorndike, Clark Hull, John Dollard,
Neal Miller, dan masih banyak lagi lainnya.
- Teori
Belajar Behaviorisme
Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan
Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman Teori ini
lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah
pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai
aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang
tampak sebagai hasil belajar.
Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang
yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan
menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan
semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin,
2000:143). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan
perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah
input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa
saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau
tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses
yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena
tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur.
Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang
diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon)
harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab
pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya
perubahan tingkah laku tersebut.
Faktor lain yang dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor
penguatan (reinforcement). Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement)
maka respon akan semakin kuat. Begitu pula bila respon dikurangi/dihilangkan
(negative reinforcement) maka respon juga semakin kuat.
Beberapa
prinsip dalam teori belajar behavioristik, meliputi:
- Reinforcement
and Punishment;
- Primary
and Secondary Reinforcement;
- Schedules
of Reinforcement;
- Contingency
Management;
- Stimulus
Control in Operant Learning;
- The
Elimination of Responses (Gage, Berliner, 1984).
Tokoh-tokoh
aliran behavioristik di antaranya adalah Thorndike, Watson, Clark Hull, Edwin
Guthrie, dan Skinner.
Kepribadian yang sehat menurut behavioristik :
- Memberikan
respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya.
- Bersifat
sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman sangat
dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap
dengan bawaan sendiri.
- Menekankan
pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang objektif.
Ø ALIRAN HUMANISTIK
Psikologi humanistik merupakan salah satu aliran dalam psikologi yang muncul
pada tahun 1950-an, dengan akar pemikiran dari kalangan eksistensialisme yang
berkembang pada abad pertengahan. Pada akhir tahun 1950-an, para ahli
psikologi, seperti : Abraham Maslow, Carl Rogers dan Clark Moustakas mendirikan
sebuah asosiasi profesional yang berupaya mengkaji secara khusus tentang
berbagai keunikan manusia, seperti tentang : self (diri), aktualisasi diri,
kesehatan, harapan, cinta, kreativitas, hakikat, individualitas dan sejenisnya.
Psikologi humanistik muncul sebagai reaksi atas aliran psikoanalisis dan
behaviorisme serta dipandang sebagai “kekuatan ketiga “ dalam aliran psikologi.
Psikoanalisis dianggap sebagai kekuatan pertama dalam psikologi yang awal
mulanya datang dari psikoanalisis ala Freud yang berusaha memahami tentang
kedalaman psikis manusia yang dikombinasikan dengan kesadaran pikiran guna
menghasilkan kepribadian yang sehat. Kelompok psikoanalis berkeyakinan bahwa
perilaku manusia dikendalikan dan diatur oleh kekuatan tak sadar dari dalam
diri. Kekuatan psikologi yang kedua adalah behaviorisme yang dipelopori oleh
Ivan Pavlov dengan hasil pemikirannya tentang refleks yang terkondisikan.
Kalangan Behavioristik meyakini bahwa semua perilaku dikendalikan oleh faktor-faktor
eksternal dari lingkungan.
- Dalil
Utama dari Psikologi Humanistik
Dalam mengembangkan teorinya, psikologi humanistik sangat memperhatikan tentang
dimensi manusia dalam berhubungan dengan lingkungannya secara manusiawi dengan
menitik-beratkan pada kebebasan individu untuk mengungkapkan pendapat dan
menentukan pilihannya, nilai-nilai, tanggung jawab personal, otonomi, tujuan
dan pemaknaan. Dalam hal ini, James Bugental (1964) mengemukakan tentang 5
(lima) dalil utama dari psikologi humanistik, yaitu:
- keberadaan
manusia tidak dapat direduksi ke dalam komponen-komponen;
- manusia
memiliki keunikan tersendiri dalam berhubungan dengan manusia lainnya;
- manusia
memiliki kesadaran akan dirinya dalam mengadakan hubungan dengan orang
lain;
- manusia
memiliki pilihan-pilihan dan dapat bertanggung jawab atas
pilihan-pilihanya; dan
- manusia
memiliki kesadaran dan sengaja untuk mencari makna, nilai dan kreativitas.
Terdapat beberapa ahli psikologi yang telah memberikan sumbangan pemikirannya terhadap
perkembangan psikologi humanistik. Sumbangan Snyggs dan Combs (1949) dari
kelompok fenomenologi yang mengkaji tentang persepsi. Dia percaya bahwa
seseorang akan berperilaku sejalan dengan apa yang dipersepsinya. Menurutnya,
bahwa realitas bukanlah sesuatu yang yang melekat dari kejadian itu sendiri,
melainkan dari persepsinya terhadap suatu kejadian.
Dari pemikiran Abraham Maslow (1950) yang memfokuskan pada kebutuhan psikologis
tentang potensi-potensi yang dimiliki manusia. Hasil pemikirannya telah
membantu guna memahami tentang motivasi dan aktualisasi diri seseorang, yang
merupakan salah satu tujuan dalam pendidikan humanistik.
Morris (1954) meyakini bahwa manusia dapat memikirkan tentang proses
berfikirnya sendiri dan kemudian mempertanyakan dan mengoreksinya. Dia
menyebutkan pula bahwa setiap manusia dapat memikirkan tentang
perasaan-persaannya dan juga memiliki kesadaran akan dirinya.
Dengan kesadaran dirinya, manusia dapat berusaha menjadi lebih baik.
Carl Rogers berjasa besar dalam mengantarkan psikologi humanistik untuk dapat
diaplikasian dalam pendidikan. Dia mengembangkan satu filosofi pendidikan yang
menekankan pentingnya pembentukan pemaknaan personal selama berlangsungnya
proses pembelajaran dengan melalui upaya menciptakan iklim emosional yang
kondusif agar dapat membentuk pemaknaan personal tersebut. Dia memfokuskan pada
hubungan emosional antara guru dengan siswa
Teori yang
Dimiliki Humanistik
Berkenaan dengan epistemiloginya, teori-teori humanistik dikembangkan lebih
berdasarkan pada metode penelitian kualitatif yang menitik-beratkan pada
pengalaman hidup manusia secara nyata (Aanstoos, Serlin & Greening, 2000).
Kalangan humanistik beranggapan bahwa usaha mengkaji tentang mental dan perilaku
manusia secara ilmiah melalui metode kuantitatif sebagai sesuatu yang salah
kaprah.
Tentunya hal ini merupakan kritikan terhadap kalangan kognitivisme yang
mengaplikasikan metode ilmiah pendekatan kuantitatif dalam usaha mempelajari
tentang psikologi.
Sebaliknya,
psikologi humanistik pun mendapat kritikan bahwa teori-teorinya tidak mungkin
dapat memfalsifikasi dan kurang memiliki kekuatan prediktif sehingga dianggap
bukan sebagai suatu ilmu (Popper, 1969, Chalmers, 1999).
Hasil pemikiran dari psikologi humanistik banyak dimanfaatkan untuk kepentingan
konseling dan terapi, salah satunya yang sangat populer adalah dari Carl Rogers
dengan client-centered therapy, yang memfokuskan pada kapasitas klien untuk
dapat mengarahkan diri dan memahami perkembangan dirinya, serta menekankan
pentingnya sikap tulus, saling menghargai dan tanpa prasangka dalam membantu
individu mengatasi masalah-masalah kehidupannya. Rogers menyakini bahwa klien
sebenarnya memiliki jawaban atas permasalahan yang dihadapinya dan tugas
konselor hanya membimbing klien menemukan jawaban yang benar. Menurut Rogers,
teknik-teknik asesmen dan pendapat para konselor bukanlah hal yang penting
dalam melakukan treatment atau pemberian bantuan kepada klien.
Selain memberikan sumbangannya terhadap konseling dan terapi, psikologi
humanistik juga memberikan sumbangannya bagi pendidikan alternatif yang dikenal
dengan sebutan pendidikan humanistik (humanistic education). Pendidikan
humanistik berusaha mengembangkan individu secara keseluruhan melalui
pembelajaran nyata. Pengembangan aspek emosional, sosial, mental, dan
keterampilan dalam berkarier menjadi fokus dalam model pendidikan humanistik
ini.
·
TEORI
KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT PENDAPAT ALLPORT , CARL ROGERS, MASLOW DAN FROMM
§ MENURUT PENDAPAT ALLPORT
Secara umum teori Allport memberi definisi yang positif terhadap manusia.
“Kepribadian manusia menurut Allport adalah organisasi yang dinamis dari system
psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau
khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya” Dalam teori Allport juga
memandang bahwa kesehatan psikologis adalah melihat ke depan, tidak melihat ke
belakang, dapat dikatakan bahwa seluruh teori yang dikemukakan oleh Allport ini
sangat bertentangan dengan teori-teori yang dikemukakan oleh Freud. Ciri-Ciri
Kepribadian yang Matang Menurut Allport : faktor utama tingkah lalu orang
dewasa yang matang adalah sifat-sifat yang terorganisir dan selaras yang
mendorong dan membimbing tingkah laku menurut prinsip otonomi fungsional.
Kualitas Kepribadian yang matang menurut allport sebagai berikut:
1.
Ekstensi sense of self
- Kemampuan
berpartisipasi dan menikmati kegiatan dalam jangkauan yang luas.
- Kemampuan
diri dan minat-minatnya dengan orang lain beserta minat mereka.
- Kemampuan
merencanakan masa depan (harapan dan rencana)
2.
Hubungan hangat/akrab dengan orang lain, Kapasitas intimacy (hubungan kasih
dengan keluarga dan teman) dan compassion (pengungkapan hubungan yang penuh
hormat dan menghargai dengan setiap orang)
3.
Penerimaan diri
Kemampuan
untuk mengatasi reaksi berlebih hal-hal yang menyinggung dorongan khusus (misal
: mengolah dorongan seks) dan menghadapi rasa frustasi, kontrol diri, presan
proporsional.
4.
Pandangan-Pandangan Realistis, Keahlian Dan Penugasan
Kemampuan memandang orang lain, objek, dan situasi. Kapasitas dan minat dalam
penyelesaian masalah, memiliki keahlian dalam penyelesain tugas yang dipilih,
mengatasi pelbagai persoalan tanpa panik, mengasihani diri, atau tingkah laku
lain yang merusak.
5.
Objektifikasi Diri: Insight Dan Humor
Kemampuan diri untuk objektif dan memahami tentang diri dan orang lain. Humor
tidak sekedar menikmati dan tertawa tapi juga mampu menghubungkan secara
positif pada saat yang sama pada keganjilan dan absurditas diri dan orang lain.
6.
Filsafat Hidup
Ada latar belakang yang mendasari semua yang dikerjakannya yang memberikan
tujuan dan arti. Contohnya lewat agama. Untuk memahami orang dewasa kita
membutuhkan gambaran tujuan dan aspirasinya. Tidak semua orang dewasa memiliki
kedewasaan yang matang. Bisa saja seseorang melakukan sesuatu hal tanpa tahu
apa yang ia lakukan.
§ MENURUT PENDAPAT ROGERS
Perkembangan kepribadian atau “self” Menurut Rogers, pribadi yang sehat muncul
dari aktualisasi diri seseorang dalam kehidupannya. Pengalaman – pengalaman
yang telah terjadi memotivasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih sehat dari
sebelumnya. Perkembangan aktualisasis diri berubah sejalan dengan semakin
bertambahnya umur sebagai akibat dari perkembangan biologik dan belajar. Konsep
self menggambarkan konsepsi mengenai dirinya sendiri, ciri-ciri yang
dianggapnya menjadi bagian dari dirinya. Peranan positive regard dalam
pembentukan kepribadian individu Kebutuhan tersebut disebut “need for positive
regard” Kebutuhan tersebut dibagi menjadi dua, yaitu :
- conditional
positive regard (bersyarat),
- unconditional
positive regard (tak bersyarat).
Contohnya, seorang atlet cilik yang ingin selalu diperhatikan oleh orangtunya
dan pelatihnya dan selalu ingin dipuji akan prestasinya yang selama ini ia
gapai. 3. Ciri-ciri orang yang berfungsi sepenuhnya Pribadi yang berfungsi
sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami pengharagaan positif tak bersyarat.
Karena ini penting, dihargai, diterima, disayangi, dicintai sebagai seseorang
yang berarti tentu akan menerima dengan penuh kepercayaan.
§ MENURUT PENDAPAT MASLOW
Lima
kebutuhan dasar Maslow – disusun berdasarkan kebutuhan yang paling penting
hingga yang tidak terlalu krusial :
1.
Kebutuhan Fisiologis
Contohnya
adalah : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah, dan kebutuhan
biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain
sebagainya.
2.
Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan
Contoh
seperti : Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit,
bebas dari teror, dan lain sebagainya.
3.
Kebutuhan Sosial
Misalnya
adalah : memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis,
dan lain-lain.
4.
Kebutuhan Penghargaan
Contoh
: pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak lagi lainnya.
5.
Kebutuhan Aktualisasi Diri
Adalah
kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuka hati sesuai dengan bakat dan minatnya.
Kepribadian
Yang Sehat Menurut Maslow
Maslow membawa psikologi barat untuk tugas yang penekanannya pada determinisme
dan pengabaiannya terhadap manusia yang terjadi secara kebersamaan.Ia terutama
ditentang oleh hasil generalisasi dari penemuan yang diturunkan dari penelitian
atas “orang yang sakit mental” menjadi manusia yang utuh,berpendapat bahwa
psikologi seharusnya member perhatian pada penelitian tentang kesehatan
mental,yang mana dia memandang sebagai pemenuhan terhadap kelima hierarki
motivasi dari kebutuhan perkembangbiakan dalam kebutuhanterhadp aktualisasi
diri. Dia mendasarkan teori motivasinya pada asumsi optimis tentang instrinsik
manusia yang ebrsifat baik,yang memandang sebagai bercorak biologisnya.
Memang,meskipun Maslow dianggap sebagai pendiri psikologi
humanistic,dia juga dipandang sebagi pelopor dari Psikologi
Transpersonal.Maslow beragumentasi bahwa oleh karena ketakutan ini penyesuaian
normal menyangkut rata-rata akal sehat orang yang mengimplikasikan keberhasilan
yang terus berlanjut terhadap penolakan diri dan kedalaman sifat
manusia.Pandangan maslow terutama yang menghubungkan kapasitas untuk pengalaman
puncak (peak experience),menemukan resonansi dalam budaya tanding pada 1960-an
dan ia dielukan sebagai nabi utama dari gerakan kesadaran.Selama 1960 dan
1970-an psikologi transpersonal berkembang berdampingan dengan penelitian
tentang kondisi kesadaran yang lain.
Meskipun demikian,pandangan Maslow tentang kondisi manusia dan model
kesehantannya,yang di satu sisi membuka bidang baru dalam psikologi,sebenarnya
bukan gagasan yang baru atau orisinal.Konsepnya tentang manusia dan
penekanannya terhadap perubahan sama dengan yang ditemukan mengandung kemiripan
yang mengejutkan dengan konsep yang diajukan Dr.Samuel Hahnmann,oerubus
pengobatan homeopathic modern.
Maslow mengatakan “saya memepertimbangkan Humanistik,psikologi kekuatan ketiga
menajdi transisi,suatu persiapan untuk psikologi keempat yang “lebih tinggi”,
transpersonal, transhumant, lebih berpusat pada alam semesta (cosmos) dari pada
kebutuhan manusia dan kepentingan manusia. Jadi menurut saya kesimpulan saya.
Psikologi humanistik menurut maslow itu adalah manusia untuk bersifat baik,baik
secara manusiawi dan biologisnya,namun sering kita lihat juga bahwa adanya
penolakan atas sisi kita yang terbaik dan banyak juga keunikan keunikan yang
dimiliki setiap individu,baik secara konteks social , budaya dan individunya
tersebut.bisa kita lihat contoh keunikan budaya kita,yaiutu di Kalimantan Selatan
(dayak). Disana banyak sekali orang-orang mengkreasikan derinya
tersebut,seperti mentato tubuhnya dengan gambar artefak-artefak kuno,Menindik
hidungnya dengan tulang tulang hewan yang sudah mati,dsb.Namun tidak hanya dari
segi itu saja kita dapat melihat keunikan manusia.Kita juga bias melihat
kemampuan individu dalam pengalaman-pengalaman mistik/spritualnya dan Maslow
berpendapat bahwa “dunia spiritual dan dunia yang terhubung,merupakan satu
kesatuan yang kuat”.Mungkin ini semua di karenakan “identifikasi dengan spesies
manusia yang bertambah dan bekurang dan adanya perubahan nilai dan struktur
yang terjadi di masyarakat yang semakin demokratis”. Dan perkembangan
transpersonal dan transhumant itu akan menawarkan secara sangat baik bagi
kepuasan nyata,kegunaan,kepuasan yang efektif tentang “idelaisme yang frust.
Ciri-ciri
Kepribadian yang sehat adalah sebagai berikut:
- Menerima
realitas secara tepat
Orang-orang yang sangat sehat mengamati objek-objek dan orang-orang di dunia
sekitarnya secara objektif, teliti terhadap arang lain, mampu menemukan denagn
cepat penipuan dan ketidakjujuran. Mereka bersandar semata-mata pada keputusan
dan persepsi mereka sendiri serta tidak terdapat pandangan-pandangan yang berat
sebelah atau prasangka-prasangka.
Kepribadian-kepribadian yang tidak sehat mengamati dunia menurut ukuran-ukuran
subyektif mereka sendiri, memaksa dunia untuk mencocokannya dengan bentuk
ketakutan-ketakutan, kebutuhan-kebutuhan dan nilai-nilai. Semakin objektif kita
mampu menggambarkan kenyataan, maka semakin baik kemampuan kita untuk berpikir
secara logis, untuyk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang tepat, dan pada
umumnya untuk menjadi efisien secara intelektual.
- Menerima
Diri Dan Orang Lain Apa Adanya
Orang-orang yang mengaktualisasikan diri menerima diri mereka.
Kelemahan-kelemahan dan kekuatan-kekuatan mereka tanpa keluhan atas kesusahan.
Sesungguhnya, mereka tidak terlampau banayk memikirkannya. Meskipun
individu-individu yang sangat sehat ini memiliki kelemahan–kelemahan atau
cacat-cacat, tetapi mereka tidak merasa malu atau merasa bersalah terhadap
hal-hal tersebut.
Karena orang-orang sehat ini begitu menerima kodrat mereka, maka mereka tidak
harus mengubah atau memlsukan diri mereka. Mereka santai dan puas denagn diri
mereka dan penerimaan ini berlaku bagi semua tingkat kehidupan.
Sebaliknya, orang-orang neurotis dilumpuhkan oleh persaan malu atau perasaan
salah atas kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan mereka, begitu di
hantui sehingga mereka mengalihkan waktu dan energi dari hal-hal yang lebih
konstuktif.
- Bertidak
secara spontan dan alamiah, tidak dibuat-buat
Pengaktualisasian diri bertingkah laku secara terbuka dan langsung tanpa
berpura-pura.
Kita
dapat mengatakan bahwa orang-orang ini bertingkah laku secara kodrati yakni
sesuai dengan kodrat mereka.
Dalam situasi dimana ungkapan perasaan yang wajar dan jujur dapat menyakitkan
orang lain, atau dimana hal tersebut tidak penting, maka untuk sementara mereka
mengekang persaaan-perasaan itu. Jadi, mereka tidak sengaja menjadi tidak
konvensional atau memberontak, mereka tidak mau mencari kesenangan dalam
mencemoohkan dengan sengaja aturan-aturan dan adapt-adat social.
Akan
tetapi dalam situasi di mana menaruh hormat kepada kebiasaan social mengganggu
apa yang dianggap penting oleh orang-orang yang sehat, mereka tidak ragu
menentang kebiasaan tersebut.
Lagi pula mereka sendiri adalah wajar dan sederhana, merasa yakin dan aman,
serta tidak konvensioanal dengan tidak bersikap agresif dan memberontak.
- Memusatkan
Pada Masalah-Masalah Bukan Pada Perseorangan
Orang yang mengaktualisasikan diri mencintai pekerjaan mereka dan berpendapat
bahwq pekerjaan itu tentu saja cocok untuk mereka. Pekerjaan mereka adalah sesuatu
yang ingin mereka lakukan; tentu, sesuatu yang harus mereka lakuakn tidak
semata-mata suatu pekerjaan untuk mendapat penghasilan.
Mereka tidak melakukan pekerjaan untuk mendapatkan uang,popularitas atau
kekuasaan, tetapi karena pekerjaan itu memuaskan metakebutuhan. Menantang dan
mengembangakan kemampuan-kemempuan mereka, menyebabkan mereka bertumbuh sampai
pada tingkat potensi mereka yang paling, dan membantu merumuskan pengertian
mereka tentang diri mereka siapa dan apa..
- Memiliki
Kekuasaan Dan Tidak Bergantung Pada Orang Lain
Orang-orang yang mengaktualisasikan diri memiliki suatu kebutuhan yang kuat
untuk pemisahan dan kesunyian. Mereka tidak tergantung pada orang-orang lain
untuyk kepuasan mereka dan dengan demikian mungkin mereka menjauhkan diri dan
tidak ramah. Tingkah laku dan perasaan meeka sangatt egosentris dan terarah
kepada dir mereka sendiri.
Sebaliknya, orang-orang neuorotis biasanya snagat emosional tergantung pada
orang-orang lain untuk kepuasan dimana mereka tidak mampu menghasilkan untuk
diri mereka.
- Memiliki
Ruang Untuk Diri Pribadi
Pengaktualisasian diri untuk berfungsi secara otonom terhadap lingkungan social
dan fisik. Kepribadian-kepribadian yang sehat dapat berdiri sendiri dan tingkat
otonomi mereka yang tinggi menaklukan mereka, agak tidak mempan terhadap krisis
atau kerugian.
Kemalangan-kemalangan yang dapat mengahncurkan orang-orang yang sehat mungkin
hamper tidak dirasakan oleh mereka. Mereka mempertahankan suatu ketenangan
dasar di tengah apa yang dilihat oleh orang-orang yang kurang sehay sebagai
malapetaka.
- Menghargai
Dan Terbuka Akan Pengalaman-Pengalaman Dan Kehidupan Baru
Menghargai pengalaman-pemgalaman tertentu bagaimanapun seringnya pengalaman itu
terulang, dengan suatu perasaan kenikmatan yang segar, perasaan terpesona dan
kagum. Suatu pandangan yang bagus atau menyegarkan terhadap dorongan setiap
hari untuk bekerja. Sebagai akibatnya, mereka merasa kurang pasti, tetapi
senantiasa berterima kasih terhadap apa yang mereka miliki dan dapat mereka
alami.
- Memiliki
Pengalaman-Pengalaman Yang Memuncak
Dimana orang-orang yang mengaktualisasikan diri mengalami ekstase, kebahagiaan,
perasaan terpesona yang hebat dan meluap-luap, sama seperti
pengalaman-pengalaman keagamaan yang mendalam.
Maslow menunjukan bahwa tidak semua pengalaman puncak itu sangat kuat; dapat
juga ada pengalaman- pengalaman yang ringan. Pengalaman- pengalaman yang ringan
ini kadang- kadang dapat terjadi pada kita semua. Akan tetapi individu yang
lebih sehat memiliki pengalaman-pengalaman puncak lebih sering dari pada orang-
orang biasa, dan mungkin sering kali terjadi setiap hari.
- Memiliki
Identitas Sosial Dan Minat Sosial Yang Kuat
Pengaktualisasian diri memiliki perasaan empati dan afeksi yang sangat kuat dan
dalam terhadap semua manusia, juga suatu keinginan untuk membantu kemanusiaan..
Mereka adalah anggota dari satu keluarga (manusia) dan memiliki suatu perasaan
persaudaraan dengan setiap anggota lain dalam keluarga.
Orang- orang yang sehat mengetahui bahwa mereka dapat mencapai hal- hal dengan
lebih baik daripada orang-orang lain dan bahwa mereka melihat dan memahamii
hal- hal itu dengan lebih jelas.mereka mungkin kerapkali merasa tertekan atau
marah karena tingkah laku orang- orang lain yang bodoh, lemah, atau kasar
tetapi mereka cepat memahami dan memaafkannya.
- Memiliki
Relasi Yang Akrab Dengan Beberapa Teman
Mampu mengadakan hubungan yang lebih kuat dengan orang- orang lain daripada
orang- orang yang memiliki kesehatan jiwa yang biasa.mereka memiliki cinta yang
lebih besar dan persahabatan yang lebih dalam, dan identifikasi yang lebih
sempurna dengan individu-individu lain.
Meskipun orang- orang yang akrab dengan mereka adalah kecil, namun aktualisasi
diri berbudi baik dan sabar terhadap orang- orang lain, khusunya terhadap anak-
anak.mereka membenci dan kejam terhadap orang yang kritis, congkak atau
sombong.
Cinta mereka bukan cinta yang egoistic, dimana membari cinta sekurang-
kurangnya sama pentingnya dengan menerima cinta dimana perhatian seseorang
terhadap pertumbuhan dan perkembangan orang lain adalah sebanyak perhatian terhadap
pertumbuhan diri sendiri.
- Mengarah
Pada Nilai-Nilai Demokratis
Orang yang sehat membiarkan dan menerima semua orang tanpa memperhatkan kelas
social, tingkat pendidikan, golongan politik atau agama, ras, atau warna
kulit.mereka sangat siap mendengarkan atau belajar dari dari siapa saja yang
dapat mengajarkan sesuatu kepada mereka.
- Memiliki
Nilai-Nilai Moral Yang Tangguh
Dapat membedakan dengan jelas antara sarana dan tujuan. Bagi mereka, tujuan
atau cita- cita jauh lebih penting daripada sarana untuk mencapainya.mereka
juga sanggup membedakan antara baik dan buruk, benar dan salah. Orang yang
kurang sehat kerapkali bingung atau tidak konsisten dalam hal- hal etis,
terombang- ambing, atu berganti-ganti antara benar dan salah menurut keuntungannya.
- Memiliki
Rasa Humor Yang Tinggi
Orang-orang yang kurang sehat menertawakan 3 macam humor, humor permusuhan yang
menyebabkan seseorang merasa sakit, humor superioritas yang mengambil
keuntungan dari rasa rendah diri dari orang lain atau kelompok dan humor
pemberontakan terhadap penguasa yang berhubungan dengan suatu situasi Oedipus
atau percakapan cabul. Humor pengaktualisasi-pengaktualisasi diri bersifat
filosofis, humor yang menertawakan manusia, pada umumnya, tetapi bukan kepada
seseorang yang khusus. Humor ini kerap kali bersifat intruktif, yang dipakai
langsung kepada hal yang dituju dan juga menyimpulkan tertawa.
- Menemukan
Hal-Hal Baru, Ide-Ide Segar, Dan Kreatif
Kreatifitas merupakan suatu sifat yang diharapkan seseorang dari pengaktualisasi-
pengaktualisaasi diri mereka adalah asli, inventif, dan inovatif, meskipun
tidak selalu dalam pengertian menghasilkan suatu karya seni. Maka kreatifitas
lebih merupakan suatu sikap, suatu ungkapan kesehatan psikologis dan lebih
mengenai cara bagaimana kita mengamati dan beraksi terhadap dunia dan bukan
mengenai hasil-hasil yang sudah selesai dari suatu karya seni.
- Memiliki
Integritas Tinggi Yang Total
Pengaktualisasi – pengaktualisasi diri dapat berdiri sendiri atau pun otonom,
mampu melawan dengan baik pengaruh- pengaruh social, untuk berpikir atau
bertindak menurut cara- cara tertentu. Akan tetapi mereka tidak terus terang
menenrang kebudayaan. Daftar kualitas-kualitas pribadi yang hebat ini mungkin
tampaknya seperti suatu pernyataan yang berlebihan atau karikatur dari
kepribadian yang sangat sehat.
v MENURUT PENDAPAT FROMM
- Pengertian
Teori Fromm
Erich Fromm lahir di Frankfurt, Jerman pada tanggal 23 Maret 1990. Ia belajar
psikologi di University Heidelberg, Frankfurt, dan Munich. Setelah memperoleh
gelar Ph.D dari Heidelberg tahun 1922, ia belajar psikoanalisis di Munich dan
pada Institut psikoanalisis Berlin yang terkenla waktu itu. Tahun 1933 ia
pindah ke Amerika Serikat dan mesngajar di Institut psikoanalisis Chicago dan
melakukan praktik privat di New York City. Ia pernah mengajar pada sejumlah
universitas dan institut di negara ini dan di Meksiko. Terakhir, Fromm tinggal
di Swiss dan meninggal di Muralto, Swiss pada tanggal 18 Maret 1980.
Sebelum mengulas tentang teori kepribadian dari Fromm, beberapa pengalaman
mempengaruhi pandangan Fromm, antara lain pada umur 12 tahun ia menyaksikan
seorang wanita cantik dan berbakat, sahabat keluarganya, bunuh diri. Fromm
sangat terguncang karena kejadian itu. Tidak ada seorang yang memahami mengapa
wanita tersebut memilih bunuh diri. Ia juga mengalami sebagai anak dari
orangtua yang neurotis. Ia hidup dalam satu rumah tangga yang penuh ketegangan.
Ayahnya seringkali murung, cemas, dan muram. Ibunya mudah menderita depresi
hebat. Tampak bahwa Fromm tidak dikelilingi pribadi-pribadi yang sehat. Karena
itu, masa kanak-kanaknya merupakan suatu laboratorium yang hidup bagi observasi
terhadap tingkah laku neurotis. Peristiwa ketiga adalah pada umur 14 tahun
Fromm melihat irrasionalitas melanda tanah airnya, Jerman, tepatnya ketika
pecah perang dunia pertama. Dia menyaksikan bahwa orang Jerman terperosok ke
dalam suatu fanatisme sempit dan histeris dan tergila-gila. Teman-teman dan
kenalan-kenalannya terpengaruh. Seorang guru yang sangat ia kagumi menjadi
seorang fanatik yang haus darah. Banyak saudara dan teman-temannya yang
meninggal di parit-parit perlindungan. Ia heran mengapa orang yang baik dan
bijaksana tiba-tiba menjadi gila. Dari pengalaman-pengalaman yang membingungkan
ini, Fromm mengembangkan keinginan untuk memahami kodrat dan sumber tingkah
laku irasional. Dia menduga hal itu adalah pengaruh dari kekuatan
sosio-ekonomis, politis, dan historis secara besar-besaran yang mempengaruhi
kodrat kepribadian manusia.
Fromm sangat dipengaruhi oleh tulisan Karl Marx, terutama oleh karyanya yang
pertama, The Economic and Philosophical Manuscripts yang ditulis pada tahun
1944. Fromm membandingkan ide-ide Freud dan Marx, menyelidiki
kontradiksi-kontradiksinya dan melakukan percobaan yang sintesis. Fromm
memandang Marx sebagai pemikir yang lebih ulung daripada Freud dan menggunakan
psokoanalisa, terutama untuk mengisi celah-celah pemikiran Marx. Pada tahun
1959, Fromm menulis analisis yang sangat kritis bahkan polemis tentang
kepribadian Freud dan pengaruhnya, sebaliknya berbeda sekali dengan kata-kata
pujian yang diberikan kepada Marx pada tahun 1961. Meskipun Fromm deapat
disebut sebagai seorang teoritikus kepribadian Marxian, ia sendiri lebih suka
disebut humanis dialetik. Tulisan-tulisan Fromm dipengaruhi oleh pengetahuannya
yang luas tentang sejarah, sosiologi, kesusastraan, dan filsafat.
- Kepribadian
yang sehat menurut Fromm
Kepribadian sehat menurut Eric from adalah penyesuaian diri seseorang dalam
masyarakat merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan
dari luar dan seseorang menerapkan kerakter sosial untuk memenuhi harapan
masyarakat kepribadian sehat juga adanya keinginan untuk mencintai dan di
cintai dalam bukunya Art Of Love erik Fromm mengutarakan : Dalam Civilization
and Its Discontents (1930), seperti dikutip oleh Eric Fromm dalam Masyarakat
yang Sehat (Terjemahan Thomas Bambang Murtianto, 1995) ia menulis:
“Manusia, setelah menemukan lewat pengalamannya bahwa cinta seksual (genital)
memberinya kepuasan puncak, maka makna cinta seksual-genital menjadi prototipe
bagi semua bentuk kebahagiaan manusia. Karenanya manusia terdorong mencari kebahagiaan
yang ada kaitannya dengan hubungan seks, menempatkan erotisme genital sebagai
titik pusat kehidupannya…. Dengan melakukan itu manusia menjadi sangat
tergantung pada dunia luar, pada obyek cinta pilihannya, atau sungguh merasa
kehilangan bila ditinggal mati atau ditinggal kabur.” kepribadian yang sehat
adalah orientasi produktif. Konsep itu menggambarkan penggunaan yang sangat
penuh atau realisasi dari potensi manusia. Dengan menggunakan kata “orientasi”,
Fromm menunjukkan bahwa kata itu merupakan suatu sikap umum atau segi pandangan
yang meliputi semua segi kehidupan, renspons-respons intelektual, emosional,
dan sensoris terhadap orang-orang, benda-benda, dan peristiwa- peristiwa
didunia dan terhadap diri.
- Ciri-Ciri
Kepribadian Yang Sehat
Cinta yang produktif, pikiran yang produktif, kebahagiaan, dan suara hati.
Karena cinta yang produktif menyangkut empat sifat yang menantang perhatian,
tanggung jawab, respek dan pengetahuan. Mencintai orang-orang lain berarti
memperhatikan (dalam pengertian memelihara mereka), sungguh-sungguh
memperhatikan kesejahteraan mereka, dan membantu pertumbuhan dan perkembangan
mereka.
Hal ini berarti memikul tanggung jawab untuk orang-orang lain, dalam pengertian
mau mendengarkan kebutuhan-kebutuhan mereka juga orang-orang yang dicintai
dipandang dengan respek dan menerima individualitas mereka, mereka dicintai
menurut siapa dan apa adanya. Dan untuk menghormati mereka, kita harus memiliki
pengetahuan penuh terhadap mereka, kita harus memahami mereka siapa dan apa
secara objektif.
Pikiran yang produktif meliputi kecerdasan, pertimbangan, dan objektivitas.
Pemikir produktif didorong oleh perhatian yang kuat terhadap objek pikiran.
Pemikir yang produktif dipengaruhi olehnya dan memperhatikannya. Fromm percaya
bahwa semua penemuan dan wawasan yang hebat melibatkan pikiran objektif, dimana
pemikir-pemikir didorong oleh ketelitian, dan perhatian untuk menilai secara
objektif seluruh masalah.
Kebahagiaan merupakan prestasi (kita) yang paling hebat. Fromm membedakan dua
tipe suara hati otoriter dan suara hati humanistis. Suara hati otoriter adalah
penguasa dari luar yang diinternalisasikan, yang memimpin tingkah laku orang
itu. Penguasa itu dapat berupa orang tua, Negara, atau suara kelompok lainnya
yang mengatur tingkah laku melalui ketakutan orang itu terhadap hukuman karena
melanggar kode moral dari penguasa. Suara hati humanistis ialah suara dari diri
dan bukan dari suatu perantara dari luar. Pedoman kepribadian sehat untuk
tingkah laku bersifat internal dan individual. Orang bertingkah laku sesuai
dengan apa yang cocok untuk berfungsi sepenuhnya dan menyingkap seluruh
kepribadian, tingkah laku-tingkah laku yang menghasilkan rasa persetujuan dan
kebahagiaan dari dalam. Jadi, kepribadian yang sehat dan produktif memimpin dan
mengatur diri sendiri.
Analisis
Contoh
Kasus
Muhammad Rangga Atmaja asalah siswa
kelas 4 sd yang memperoleh gelar Honor of Invention dari world Invention Intellectual Property Association (WIIPA) dalam ajang
international Young Inventor Exhibition
(IYIE) yang diselenggarakan Far East
University (FEU) di Tainan, Taiwan pada tanggal 21-23 Januari 2014 lalu.
Rangga ,
memperoleh pengharggan ini berkat karyanya yang berjudul Hand Replacement for People with Special Needs. Dalam kompetisi
untuk inovator dari tingkat sekolah dasar sampai universitas ini . Rangga
memperoleh gelar tertinggi dalam kompetisi ini.
Selain mendapatkan salah satu
penghargaan tertinggi Rangga juga mendapatkan bronze medal dalam karya yang sama, selain itu inovasinya juga
menjadikannya sebagai inovator termuda yang mampu menyisihkan para pesaing dari
negara lainnya. Selain karyanya yang berjudul Hand Replacement for People with Special Needs Rangga juga pernah
menciptakan inovasi lain yang diberinya nama Flash Bell (Flash Light and Bell) inovasi ini juga
mendapatkan special awward di International
Invention, Innovation & Technology
Exhibition (ITEX). Selain itu pada Juli 2013, inovasinya ini juga
mendapatkan medali perak dalam kompetisi 5th
Life Innovation Student Contest for Green Growth in Korea, hal ini juga
melengkapi torehan special awward yang didapatkan dari Korea University Invention Association.
Selayaknya anak yang seumuran
dengannya ia juga suka bermain dan belajar salah satu pelajaran yang ia sukai
adalah ipa dan matematika. Seperti anak-anak pada umumnya yang menyukai film
kartun, sama halnya dengan Rangga itu terbukti dari karyanya yang berjudul Hand Replacement for People with Special
Needs itu yang terinspirasi dari film kartun Inspector Gadget, Rangga terinspirasi dari film ini karna dari
ujung tangannya dapat mengeluarkan benda-benda yang dibutuhkan, kemudian ia
berfikir bagaimana caranya agar alat ini dapat digunakan untuk orang yang berkebutuhan
khusus. Akhirnya dengan dibantu oleh tim dari AYISI (Association of Young Innovator and Science Indonesia) Rangga pun
bisa mewujudkan karya ciptaannya ini dan sekaligus bisa mendapatkan berbagai
penghargaan dalam kompetisi bertaraf International.
Analisis
Teori Kepribadian Sehat menurut Abraham Maslow
Menurut Abraham Maslow orang yang
memiliki kepribadian sehat adalah orang yang mampu mengaktualisasikan dirinya
dengan baik dan imbang, mereka juga dapat membutuhkan kebutuhan-kebutuhan yang
lebih tinggi yaitu memenuhi potensi-potensi yang mereka miliki serta mengetahui
dan memahami dunia sekitar mereka. Selain itu kepribadian yang sehat menurut maslow
adalah individu yang berhasil mengembangkan cintanya, bukan lagi diarahkan ke
dalam diri sendiri, tetapi bisa diperluas pada orang-orang lain. Individu yang
sehat melihat pertumbuhan dan perkembangan orang lain menjadi sama pentingnya
pertumbuhan dan perkembangan diri sendiri.
Jadi , dari teori diatas dapat
dilihat bahwa Rangga adalah orang yang mampu mengaktualisasikan dirinya, karna
ia mampu melihat potensi apa yang ada dalam dirinya dan berusaha mengembangkannya.
Hal ini tidak semata-mata hanya untuk dirinya saja namun hal ini juga ia
lakukan demi orang-orang disekitarnya yang memiliki kebutuhan khusus dan
melalui karyanya ini ia dapat membantu orang lain yang lebih membutuhkan.
Selain telah mampu mengaktualisasikan
dirinya Rangga juga sudah dapat memenuhi hierarki kebutuhan dari Abraham Malow
yaitu kebutuhan fisiologi, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa cinta
dan kasih sayang dimana dengan hasil ciptaannya ini ia bisa mendapatkan cinta
dan kasih dari semua orang yang telah ia bantu, kebutuhan akan penghargaan
kebutuhan ini juga dapat dibuktikan dengan banyaknya penghargaan yang telah ia
terima dari ajang international, dan yang terakhir tentu saja mampu
mengaktualisasikan diri.
Jadi, menurut kepribadian sehat yang
dikemukakan oleh Abraham Maslow dapat dilihat bahwa Rangga termasuk kedalam
orang yang memiliki kepribadian sehat, karna ia dapat melihat potensi yang ada pada
dirinya dan ia mampu mengaktualisasikan dirinya sendiri sekaligus membantu
orang-orang disekitarnya dan juga dapat memperoleh penghargaan dari hasil karyanya
tersebut. Dan ia juga masuk kedalam orang yang membutuhkan penghargaan sebagai
salah satu pembuktian terhadap dirinya sendiri. Dimana prestasinya tersebut
dapat membuktikan bahwa ia memiliki pengaktualisasian diri yang tinggi.
Daftar Pustaka:
Schultz,
Duane. Psikologi Pertumbuhan, Model-model Kepribadian Sehat. (1991).
Yogyakarta: Kanisius