ASPEK PSIKOLOGIS DARI INDIVIDU PENGGUNA INTERNET
Tanggal Upload & waktu : 9/11/2015 (20.48WIB)
1. Fenomena Identitas Diri Melalui
Internet
Melalui
identitas online konsisten dengan teori-teori pembentukan sosial. Identitas
online dapat digunakan untuk mengeksplorasi aspek-aspek diri, memfasilitasi
kesadaran diri yang lebih besar dan menjadi katalis untuk perubahan positif.
Bahkan identitas online justru memfasilitasi flexible selves seseorang yang
merupakan adaptasi yang wajar dan perwujudan eksplorasi diri. Dunia maya juga
memfasilitasi keterbukaan emosional di ruang maya yang membuat individu mampu
mengekspresikan diri dan dimengerti. Hubungan yang berarti terbentuk di dunia
maya, kerena media ini secara natural memfasilitasi individu memaparkan diri
lebih intim denga mediasi layar dan nama samaran.
Transparansi
membuat masyarakat sekarang berbuat maupun mencari sesuatu yang kredibel. Orang
tidak gampang dibohongi. Semua jejak rekam kita ada di dalam internet. Kita
dituntut bisa hidup otentik. Namun di sini lain, internet juga menyuguhkan
ketidakotentikan yang ujungnya ketidakkredibelan. Contoh kasus, maraknya
akun-akun palsu di media sosial yang mempunyai daya pengaruh kuat (di Twitter,
misalnya Benny Israel). Selain itu, muncul gerakan Anonymous di media sosial.
Hal ini yang justru melahirkan ketidakpercayaan. Di internet, kita bisa
kelihatan jati diri kita tapi juga bisa menyembunyikan jati diri kita. Lain
contoh adalah kejahatan maupun penipuan online, melalui Facebook yang selama
ini marak. Fenomena kepribadian ganda juga bisa masuk di sini.
Contoh kasus
:
Sebuah Universitas di Jeman meneliti
seorang pasien wanita yang telah bermain games di internet selama beberapa jam
sehari dengan periode lebih dari tiga bulan dan menggunakan berbagai
personalitas dari sejumlah tokoh-tokoh rekaan secara lambat laun mengambil alih
personalitas yang telah diabaikan. Pasien tersebut kehilangan kendali atas
identitas dan kehidupan sosial miliknya sendiri, kata Bert de Wildt dari
Universitas itu seperti dilaporkan DPA dalam psikoanalisis para ahli terapi
menemukan pasien wanita itu telah berkembang menjadi berkepribadian ganda.
Adapun seseorang yang bernama Billy, nama aslinya William Stanley Milligan dia memiliki 24 kepribadian, dia adalah orang pertama dalam sejarah Amerika yang dianggap tidak bersalah atas berbagai tindak kriminal serius dengan alasan tidak waras, karena dia memiliki kepribadian majemuk. Dia tidak pernah ingat tindak kriminal yang dilakukannya. Orang lain melihat fakta-faktanya memang dia yang melakukan, tetapi Billy tidak pernah ingat dan tidak pernah merasa.
Adapun seseorang yang bernama Billy, nama aslinya William Stanley Milligan dia memiliki 24 kepribadian, dia adalah orang pertama dalam sejarah Amerika yang dianggap tidak bersalah atas berbagai tindak kriminal serius dengan alasan tidak waras, karena dia memiliki kepribadian majemuk. Dia tidak pernah ingat tindak kriminal yang dilakukannya. Orang lain melihat fakta-faktanya memang dia yang melakukan, tetapi Billy tidak pernah ingat dan tidak pernah merasa.
Dunia
virtual memang bukan dunia real. Kartunis Peter Steiner pernah mengirim
karikatur seekor anjing sedang bermain internet dan dipublikasikan di The New
Yorker, 5 Juli 1993 dengan tulisan “On the internet, nobody knows you’re a
dog.” Sementara itu, pemikir Prancis Jean Baudrillard menandaskan dunia
sekarang semakin masuk ke hipperrealitas di mana kita tidak bisa membedakan
mana yang asli dan mana yang bukan. Perasaan kita bisa turut lebih hanyut pada
penderitaan tokoh dalam sinetron yang notabene tidak nyata daripada tersentuh
dengan nasib tetangga yang nyata ada dan sedang kena musibah. Psikolog John
Suler, seperti dikutip dari buku “Facebook and Philosophy: What’s on Your
Mind?” (2010), mengatakan bahwa dunia online telah memicu “disinhibition
effect” di mana orang lebih gampang menampilkan kesejatian dirinya
(self-disclose) bila dibanding dalam dunia nyata. Di sini, orang bisa mengeluarkan
semua isi hati, kekesalan, kritikan, komentar provokatif, dan sebagainya.
2.
Karakteristik
Kepribadian Pengguna Internet
Kepribadian
adalah karakteristik dinamik dan terorganisasi dari seorang individu yang
mempengaruhi kognisi, motivasi, dan perilakunya. Kepribadian bersifat unik dan
konsisten sehingga dapat digunakan untuk membedakan antara individu satu dengan
lainnya. Keunikan inilah yang menjadikan kepribadian sebagai variabel yang digunakan
untuk menggambarkan diri individu yang berbeda dengan individu lainnya.
Orang yang
dalam dunia nyata terkenal pendiam, bisa menjadi pembual di dunia online. Hal
ini kental dengan unsur paradoksnya, yakni orang berani menampilkan dirinya
yang nyata (real self) di media yang tidak nyata atau lebih tepat disebut
sebagai dunia virtual dan dengan identitas yang anonim.
Daftar Pustaka :
Kinerja Kelompok
NPM
|
Nama
|
Jobdesk
|
Link
|
1C514389
|
Yesica Salwa
|
Searching
|
|
14514048
|
Fatma
Aliyasari
|
Editor
|
|
18514059
|
Ana Noviana
|
Searching
|
|
15514473
|
Rifda Pawae
|
Sarana Prasarana
|
|
1C514322
|
Wondi Dwi Septian
|
Typing
|
http://wondiseptyan.blogspot.co.id/2015/11/psikologi-dan-teknologi-internet-dalam.html |
materinya mudah dipahami dan bermanfaat
BalasHapusMenurut saya materinya singkat tetapi jelas dan mudah dipahami. Terimakasih yessica
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat. Terima Kasih
BalasHapussangat simple, trimakasih
BalasHapusTerimakasih yaa atas informasinya sangat bermanfaat ;;)))))
BalasHapus